Rabu, 23 Maret 2011

Adaptasi Di Tempat Baru

Penulis : AN. Ubaedy*

Begitu kita mendapatkan pekerjaan baru, tak berarti the game is over. Hidup ini isinya adalah serangkaian tantangan. Soal kita memahami tantangan itu sebagai hambatan atau jembatan, itu terserah kita memilihnya.

Tantangan baru yang sudah menunggu adalah bagaimana kita beradaptasi. Gagal beradaptasi akibatnya bisa fatal. Mungkin kita akan merasa dikalahkan atau kita menjadi tertekan. Pasti dua-duanya tidak enak dirasakan. Agar ini tidak terjadi, kita perlu menyiapkan diri.

Bedakan antara mengikuti, ikut-ikutan, dan menyesuaikan. Adaptasi adalah menyesuaikan. Kita tetap menjadi siapa diri kita, dengan nilai-nilai yang kita anut, dengan tugas yang harus kita kerjakan, dan dengan tujuan yang ingin kita capai. Tapi dalam perilaku, kita menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Tujuannya adalah menjadi pribadi yang seimbang antara sebagai "personal" dan "sosial". Jangan terlalu personal di kantor, sebab pasti akan tabrakan. Tapi, jangan juga terlalu sosial, sebab pasti akan menyesal.

Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memperlancar proses adaptasi itu antara lain:

1. Menanyakan dan memahami job description lebih dulu dengan berbagai konteksnya seoptimal mungkin. Ini akan menjadi patokan kita. Jika belum ada, kita perlu menanyakan ke orang dalam yang sudah menduduki posisi itu atau tanya ke orang lain di luar sana sebagai masukan.
2. Gunakan catatan, terutama mencatat instruksi atau pengarahan dari orang yang berwenang.
3. Harus ramah, sopan, dan menjaga penampilan yang tidak mengundang tanda tanya orang-orang yang baru kita kenal. Sesuaikan dengan lingkungan.
4. Menghindari banyak ngomong soal diri sendiri, akan lebih bagus kalau kita bisa proporsional dalam mendengarkan dan bertanya.
5. Berusahalah untuk datang lebih cepat dan pulang lebih lambat, sebagai bentuk nyata dari kemauan belajar.
6. Jika di kantor baru itu ada “office politic” yang kuat, perlu ada usaha untuk menjaga jarak yang aman. Jangan sampai langsung terlibat atau masa bodoh.

Dalam prakteknya, pasti ada dinamika yang tidak mulus. Menurut standar yang umum, kesempurnaan adapatasi itu dicapai setelah 1 tahun masa kerja.

Karena itu, yang lebih penting di sini adalah memprogram diri untuk menjadi lebih tahan banting terhadap berbagai dinamika di kantor. Hak kita memang untuk lanjut atau berhenti.

Tapi, jangan sampai kita berhenti karena kita lemah atau kurang melatih diri untuk tahan banting. Sebab, nanti akan terulang lagi dan terulang lagi hingga kita capek sendiri. Semoga bermanfaat.



* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor
dikutip dr https://www.sahabatnestle.co.id/ibubekerja_detail.aspx?id=2484

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar